Kepala SKPD
Menu Utama
Agenda Kegiatan
Link Penting
APE APE KEGIATAN UP2K KEGIATAN UP2K up2k
www.mojokertokab.go.id Situs Resmi Kabupaten Mojokerto.

Info bapemas

  • [alternative text]Ayo Bekerja demi Kesejahteraan Rakyat!
  • [alternative text]Bupati MKP Serahkan Gaji untuk 400 Anak Yatim
  • [alternative text]Bupati MKP Wujudkan Peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) Gelontor Rp. 10 Miliar untuk 22 Desa
  • [alternative text]Infrastruktur Baik, Harus Berbanding Lurus dengan Sosio-Ekonomi
  • [alternative text]Berita 1
Ayo Bekerja demi Kesejahteraan Rakyat!

Ayo Bekerja demi Kesejahteraan Rakyat!

Program Rembug Desa Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP) terus bergulir pada bulan Mei ini. Bahkan Bupati MKP kian getol menyosialisasikan Rembug Desa sebagi sarana menyerap aspirasi masyarakat ditengah tahun anggaran berjalan. Selain banyak serapan anggaran, Bupati MKP juga ingin penyerapan APBD tepat sasaran.

            Seperti yang terlihat di Desa Panggih, Kecamatan Trowulan Senin (4/5) lalu, Bupati MKP beserta rombongan kepala SKPD blusukan ke dusun-dusun dengan didampingi kepala desa dan tokoh masyarakat.

            Kepala Desa Panggih, Hj. Heriwati menjelaskan bahwa 60% dari warganya bermata pencarian sebagi pembuat bata merah dan sebagian lagi adalah petani dan pengepul rosokan. Yang menjadi kemelut adalah bahwa saat ini di desanya banyak terjadi pengangguran dikarenakan usaha bata merah sedang merosot. Oleh karena itu masyarakat Desa Panggih mengharapkan adanya solusi dari pemerintah daerah. Tidak hanya itu, Bupati serta rombongan pun diajak untuk melihat langsung lokasi-lokasi yang membutuhkan sentuhan bantuan.

            Salah satunya adalah TPQ di Dusun Pakemkulonyang terlihat sangat sederhana dari segi bangunannya dan tidak cukup untuk menampung semua santri sehingga sebagian harus belajar di tempat yang terbuka. Selain TPQ, tampak jalanan sepanjang desa yang hamper 70% rusak dan membutuhkan LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum). Situasi yang tidak jauh berbeda juga dirasakan oleh warga Dusun Pakemwetan. Selain mmasalah jalan rusak, warga Pakemwetan juga megajukan pengadaan alat-alat pertanian dan pembangunan saluran air.

            Menanggapi usulan dari masyarakat Desa panggih, MKP pun menjelaskan program-program pemerintah juga mengenai dana yang akan diterima oleh desa. Untuk ADD (Anggaran Dana Desa) akan dikucurkan dana sebesar Rp. 330 juta yang akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur. Balai desa, bedah rumah dan dibangunnya Rumah Pintar tidak luput dari perhatian orang nomor satu di Pemkab Mojokerto ini. Untuk jalan lingkungan yang rusak sepanjang ± 5 km dipastikan akan segera diperbaiki dan akan dipasang LPJU disepanjang jalan di Desa Panggih. “Dalam minggu depan perbaikan jalan akan segera direalisasikan,” Ujar MKP.

            Senada dengan Desa Panggih, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu juga mengeluhkan hal yang sama. Desa dengan 3 dusun yakni dusun Seduri, Dempel, dan Tarukan kompak meminta perbaikan jalan. Di Dusun Seduri, MKP meninjau jalan menuju persawahan. Masyarakat meminta pembangunan jalan menuju perswahan atau jalan usaha tani. Selain itu masyarakat meminta pembangunan tembok penahan tanah serta pembangunan jembatan yang menghubungkan jalan pertanian dengan jalan raya, karena posisi jembatan sering digunakan kegiatan masyarakat.

            Di Dusun Dempel, Bupati MKP meninjau Masjid Nurul Huda yang pembangunannya belum selesai. Masjid ini sudah menghabiskan dana Rp. 1 miliar, murni dari swadaya masyarakat, sedangkan untuk penyelesaiannya diperlukan Rp. 2,2 miliar. Terakhir, Bupati MKP menuju Balai Desa Tumapel bergabung dengan seluruh masyarakat. Kepala Desa Tumapel, Sugianto menyampaikan bahwa Desa Tumapel masih membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk membangun desa agar menjadi lebih baik dan maju seperti pembangunan infrastruktur, jalan lingkungan, lampu penerangan jalan, sarana ibadah.

            Selain itu, yang sangat diharapkan oleh warga saat ini adalah dibangunnya pasar di Desa Tumapel sebagai sarana kegiatan peningkatan perekonomian warga. Bahkan desa sudah menyiapkan lahannya seluas 6 ha dan 2,5 hektare. Bupati MKP sangat merespons permintaan warga untuk pembagunan pasar Desa Tumapel. “Untuk meningkatkan perekonomian warga, akan dibangunan pasar desa yang ad ataman hutannya, serta permainan anak-anak,” janji Bupati MKP. Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menjanjikan akan membangun desa dengan sebaik-baiknya. Semua jalan akan diaspal, termasuk jalan menuju persawahan atau jalan usaha tani semuanya dicor.

            Kemudian dari Tumapel, Bupati MKP melanjutkan ke Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal keesokan harinya. Di Balai Desa Sumbertebu, Rabu (6/5) digelar forum silaturahmi membangun bersama rakyat berupa Rembug Desa yang bersamaan dengan Bulan Panutan Pembayaran Pajak PBB-P2 Kabupaten Mojokerto tahun 2015. Seperti Dusun Glonggongan perlu pembuatan jalan baru jenis hotmix untuk memudakan transportasi warga, lampu penerangan jalan, plengsengan, balai dusun, Masjid Al-Mubarok, jalan lingkungan, utamanya jalan usaha tani yang sangat dibutuhkan bagi para petani. Dusun Sumberbedo dialokasikan jalan sepanjang 1,7 M lebar 5 M dan tinggi 4 M, plengsengan, lampu jalan dan jalan lingkungan. Sedangkan untuk Dusun Gampang direncanakan pembangunan dan perbaikan berupa, pembangunan makam punden, plengsengan kali tekuk, saluran air, lampu jalan dan cor jalan usaha tani. Memang, sekarang waktunya memperbaiki kinerja. “Sudah tidak zamannya bermalas-malasan, urusan dan kepentingan warga harus dinomor satukan, ayo bekerja demi kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.

Read more

Bupati MKP Serahkan Gaji untuk 400 Anak Yatim

Bupati MKP Serahkan Gaji untuk 400 Anak Yatim

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke - 722 Kabupaten Mojokerto Kamis (7/5) kemarin diisi Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) dengan berbagi dengan anak yatim. Tak kurang 400 anak yatim piatu se - Kabupaten Mojokerto bersukaria karena Bipati MKP.

            Bupati mengundang 400 anak yatim di 36 yayasan di 18 Kecamatan seluruh Kabupaten Mojokerto. Anak yatim yang hadir di Pendapa Graha Majatama ini mendapatkan santunan masing-masing Rp. 200 ribu yang berasal dari gaji Bupati. Minimal 2 kali dalam setahun yaitu waktu Bulan Ramadan dan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, Bupati MKP menyerahkan santunan untuk anak yatim.  

            “Komitmen yang telah saya sampaikan untuk memberikan gaji saya ini merupakan wujud untuk memberikan sebagian harta kepada yang berhak termasuk anak yatim yang hadir sekarang ini,” ucap Bupati MKP. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Ikfina Mustofa Kamal Pasa, Sekdakab Herry Suwito, Asisten dan semua Kepala SKPD, serta pengasuh 36 yayasan.

            Bupati juga mengajak kepada para pejabat yang hadir untuk turut serta memberikan infak dan sedekah kepada yang membutuhkan dengan ikhlas. Dia berharap tradisi ini juga dikembangkan di masing-masing instansi dengan selalu berbagi dengan anak yatim.

            “Untuk itu, di masa mendatang yang insya Allah jumlahnya tak hanya nominal tapi juga penerima yang semakin banyak turut didikung oleh para pejabat yang turut memberikan sebagian hartanya,”tambah Bupati MKP.

            Abdulloh Latief yang mewakili anak yatim Desa Gemekan, Kecamatan Sooko menyampaikan terima kasih kepada Bupati MKP yang telah memberikan santunan kepadanya dan teman-temannya. “Dan semoga mendapat ridho dari Allah SWT,” katanya.

            Disela-sela acara, MKP sempat memberikan wejangan kepada anak-anak penerima santunan agar tak putus asa bahkan minder menghadapi hidup. “Tetaplah optimis dan yakin kepada Allah SWT. Yakinlah bahwa suatu sat kelak, atas doa dan usaha kalian, kesempatan dan kesuksesan akan dating,” ucap MKP.

Read more

Bupati MKP Wujudkan Peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) Gelontor Rp. 10 Miliar untuk 22 Desa

Bupati MKP Wujudkan Peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) Gelontor Rp. 10 Miliar untuk 22 Desa

            Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) berupaya keras untuk tetap konsisten dengan target peningkatan dan pelebaran jalan yang selalu dirancangkan pada 2015, yakni menaikkan angka peningkatan dan pelebaran jalan, dari yang telah dicapai yakni 670 km menjadi 1100 km. Tidak serta merta menumpahkan anggaran untuk fokus pada jalan poros dan jalan lingkungan saja, tetapi juga dengan Jalan Usaha Tani yang akan berpengaruh terhadap produktivitas hasil tani.

            Sebagai bagian integral pembangunan pertanian secara utuh, kegiatan Jalan Usaha Tani diarahkan langsung untuk mengakomodir terwujudnya kesejahteraan masyarakat pertanian melalui pembangunan jalan yang berkelanjutan, sebab Jalan Usaha Tani merupakan salah satu faktor penentu/determinan kelancaran produksi pertanian.

            Bupati MKP melalui Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, telah menyusun anggaran biaya berikut dengan sasaran kegiatan Jalan Usaha Tani secara sistematis dan melaui tahap perencanaan yang matang. Peningkatan jalan Usaha Tani pada 2015 ini akan direalisasikan di 22 desa di Kabupaten Mojokerto, antara lain Desa Panggih, Kecamatan Trowulan; Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal; Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri; Desa karangjeruk, Kecamatan Jatirejo; Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar; Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo; Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Desa Balongmasin, Kecamatan Punggig; Desa Bening dan Kebuntunggul, Kecamatan Gondang, Desa Randubango, Kecamatan Mojosari; Desa Kembangbelor dan Kuripansari, Kecamatan Pacet; Desa Selotapak dan Sugeng, Kecamatan Trawas; Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi; Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg; Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong; Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko dan Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu. Pembangunan Jalan Usaha Tani di 22 desa ini dipastikan akan menelan anggaran sebesar Rp. 10 M pada 2015 ini, dan akan segera direalisasikan sesuai harapan masyarakat.

            Dengan teknis rancangan 400m untuk panjang jalan, lebar 2,5 m dan ketebalan 15 cm, Jalan Usaha Tani ini diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi pertanian dan menekan biaya produksi yang mungkin berasal dari dampak jalan yang belum memadai. Komitmen untuk mencapai pemerataan pembangunan di seluruh Kabupaten Mojokerto, akan direncanakan dengan menambah target sasaran kegiatan pembangunan Jalan Usaha Tani, dari 22 desa yang sudah dipastikan akan mendapat bantuan diatas, PAPBD Kabupaten Mojokerto mengusulkan 44 daftar desa lagi yang berpeluang mendapatkan bantuan dana untuk pembangunan Jalan Usaha Tani.

            Bukan tanpa alasan, usulan ini juga berdasarkan kondisi lapangan yang menunjukkan data statistik luas lahan usaha Pertanian Kabupaten Mojokerto yang seluruhnya berkisar 97.790 hektare. Lahan ini terdiri dari lahan sawah seluas 36.777 hektare dan lahan bukan sawah 61.013 hektare. Dari luas lahan sawah tersebut, terdapat 36.574 Ha (67,1%) berpengaian teknis. Sisanya adalah lahan sawah berpengairan  setengan teknis, sederhana, desa/non PU dan tadah hujan. Lahan sawah yang dapat ditanami padi sebanyak dua kali luasnya tidak bertambah. Sebaliknya untuk luas lahan sawah yang hanya dapat ditanami pada satu kali (24,33%). 

Read more

Infrastruktur Baik, Harus Berbanding Lurus dengan Sosio-Ekonomi

Infrastruktur Baik, Harus Berbanding Lurus dengan Sosio-Ekonomi

Minimnya lapangan kerja dalam kondisi ekonomi yang sebenarnya cukup stabil, merupakan problem klasik yang tidak bisa dihindari, namun hal tersebut nyatanya selalu ada dalam suatu lingkungan sosial masyarakat. Kaum muda Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedeg yang diwakili karang taruna menyampaikan keluhan mereka pada Bupati MKP atas minimnya lapangan kerja, dalam kunjungan Rembug Desa (27/4).

            Di Kabupaten Mojokerto, ada setidaknya 4 pabrik yang tutup karena UMK Kabupaten Mojokerto sebesar Rp. 2,7 juta dinilai cukup berat. Ngares sendiri, ada sekitar 70 hektare tanah yang akan diajukan ke propinsi yang rencananya akan dimaksimalkan untuk kawasan industri. Begitu juga dengan kawasan Ndawar, Jetis, dan Kemlagi yang juga direncanakan akan menjadi kawasan industri.

            Desa Ngares Kidul masih membutuhkan perbaikan infrastruktur jalan poros, lingkungan, bahkan jalan usaha tani yang kondisinya mayoritas rusak berat. ADD yang diterima Ngares Kidul pada 2014 adalah Rp. 60 juta, namun melihat buruknya infrastruktur jalan membuat Bupati MKP menambah bantuan ADD menjadi sebesar Rp. 700 juta, ditambah dana dari pusat sebesarRp. 250 juta hingga Rp. 350 juta untuk pengadaan lampu penerangan jalan.

            Dusun Mojoroto memerlukan pembangunan jalan penghubung desa sepanjang  4,5 km. Perbaikan jalan longsor 1 km sebagai akses masuk dusun, irigasi dan drainase, serta melanjutkan pembangunan dan rehap Balai Dusun Mojoroto  yang bahkan masih berhutang Rp. 30 juta pada toko material dan bahan bangunan. Melihat gigihnya masyarakat Dusun Mojoroto dalam upayanya membangun dusun, Bupati MKP memberikan bantuan Rp. 50 juta untuk melanjutkan pembangunan balai dusun.

            4 Dusun lain dari Desa Mojorejo sedikit lebih diuntungkan dari segi lokasi yang tidak terletak did lam hutan, namun masih mengalami kerusakan cukup berat di beberapa infrastrukturnya. Dusun Putat, Pantesrejo, Kepuh Sawo, kondisi jalan lingkungannya banyak yang rusak dan harus di cor. Dusun Gamping yang memiliki waduk/ dalam istilah setempat disebut embung sudah hamper 5 tahun terbelengkalai karena tidak ada sumber air yang permanen, ditambah pintu air yang sudah jebol, padahal embung ini memiliki fungsi penting mengairi persawahan warga.

            Melihat temuan ini, Bupati siap menggelontorkan BK Desa sekitar Rp. 3 M untuk merombak dan membangun infrastruktur jalan Desa Mojorejo yang totalnya lebih 5 km. Dana ini bahkan lebih tinggi dari bantuan yang diberikan ke desa-desa lain. Tahun lalu yakni pada 2014, Desa Mojorejo memperoleh ADD Rp. 60 juta. Tahun ini akan ditambahi menjadi Rp. 366 juta.

            Dari kawasan utara Kabupaten Mojokerto, Bupati juga memastikan pemerataan pembangunan di Desa Payungrejo Kecamatan Kutorejo pada Rembug Desa (29/4). 8 dusun yang tersebar antara lain, Bulupayung, Arjosari, Mblumbang, Ngampes, Bulurejo, Sumberjo, Rejoso, dan Wonokusumo memiliki jalan rusak total 6 km yang tersebar di 8 dusun tersebut, ditambah penunjangnya yaitu lampu penerangan jalan.

Dari ADD tahun lalu, Payungrejo memperoleh peningkatan bantuan yakni Rp. 90 juta menjadi Rp. 370 juta pada tahun ini. BK Desa juga meningkatkan dari Rp. 400 juta menjadi Rp. 1,5 M.

Read more

Galeri
Komentar Pengunjung
Online Support
Info Pengunjung
© 2009 - 2015 BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
JL. A. YANI NOMOR 16 Telp:321948 E-Mail:bapemas_kabmojokerto@yahoo.co.id