Kepala SKPD
Menu Utama
Agenda Kegiatan
Link Penting
Pelatihan Bunda Pos PAUD   4 Eks Pembantu Bupati M APE APE KEGIATAN UP2K KEGIATAN UP2K up2k
www.mojokertokab.go.id Situs Resmi Kabupaten Mojokerto.

Info bapemas

  • [alternative text]Pelatihan Bunda Pos PAUD 4 Eks Pembantu Bupati Mojokerto Tahun 2015
  • [alternative text]MKP Tekankan Pemetaan Isu-Isu Strategis Harus Solutif
  • [alternative text]Sumbang Gagasan Strategis, Bupati Nilai Masyarakat Sebagai Arsiteknya
  • [alternative text]Ayo Bekerja demi Kesejahteraan Rakyat!
  • [alternative text]Bupati MKP Serahkan Gaji untuk 400 Anak Yatim
Pelatihan Bunda Pos PAUD   4 Eks Pembantu Bupati Mojokerto Tahun 2015

Pelatihan Bunda Pos PAUD 4 Eks Pembantu Bupati Mojokerto Tahun 2015

Salah satu program Badan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Meningkatkan Pengetahuan, Pendidikan dan ketrampilan Bunda Pos PAUD se Kabupaten Mojokerto, untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak dengan adanya Pelatihan Bunda Pos PAUD. Saat ini program Pos PAUD memang sedang banyak dikembangkan di beberapa tempat, karena Pos PAUD ini nantinya merupakan cikal bakal lahirnya sebuah Lembaga PAUD. diharapkan kedepan dapat memaksimalkan kegiatannya, dari yang hanya fokus di kesehatan anak, menjadi menyeluruh terkait perkembangan kemampuan anak menurut usia.

Maka diperlukan para kader Bunda Pos Paud yang benar – benar terlatih sehingga dapat meningkat pemahamannya menjadi Kader Bunda Pos PAUD, dan tentunya banyak yang perlu ditingkatkan kemampuannya untuk bisa benar – benar memaksimalkan fungsi dan perannya. Maka diselenggarakannya “Pelatihan Bunda Pos PAUD 4 Eks Pembantu Bupati Mojokerto Tahun 2015”. Sehingga fungsi dan peran dari para kader Bunda pos PAUD benar – benar dapat maksimal.

Pelatihan Bunda Pos PAUD 4 Eks Pembantu Bupati Mojokerto yang selenggarakan pada 18 Agustus 2015 di Pendopo Graha Majatama Kabupaten Mojokerto, diharapkan mampu memberikan keluaran, diantaranya: (1). Peserta paham tentang pentingnya pendidikan bagi anak usia dini; (2). Peserta paham tentang konsep dasar penyelenggaraan Pos PAUD; (3). Peserta paham dalam mengelola aktifitas di Pos PAUD; (4). Peserta mampu memfasilitasi kegiatan Pos PAUD; (5). Peserta trampil dalam menyusun rencana kegiatan di masing-masing Pos PAUD.

Untuk mencapai keluaran tersebut diatas, pada kesempatan pelatihan kali ini peserta pelatihan yang dalam hal ini adalah Bunda Pos PAUD Se Kabupaten Mojokerto akan memperoleh materi: (1). Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini; (2). Konsep dasar pengembangan pada lembaga satuan PAUD sejenis; (3). Pengelolaan aktifitas dalam Pos PAUD.

Read more

MKP Tekankan Pemetaan Isu-Isu Strategis Harus Solutif

MKP Tekankan Pemetaan Isu-Isu Strategis Harus Solutif

Mengawali pecan ketiga bulan Juni ini, Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP) seperti biasa kembali menjalankan rutinitas blusukan dalam agenda khasnya Rembug Desa. Tujuannya kala itu adalah Desa Balong Masin, Kecamatan Pungging, Senin (15/6).

            Kepala Desa Balong Masin, Sulis Sumardi, mengungkapkan bahwa kegiatan seperti Rembug Desa tepat porsinya sebagai media penyampaian aspirasi tatap muka. Setidaknya apapun yang diusulkan oleh warga, asal hal tersebut demi kepentingan bersama bias mendapat perhatian langsung oleh Bupati. Sulis Sumardi lebih lanjut menegaskan bahwa warga Balongmasin akan kooperatif dengan segala kebijakan yang dicanangkan.

            “Saya pribadi mewakili seluruh warga Balong Masin, berkomitmen untuk selalu kooperatif dengan kebijakan-kebijakan yang turun. Segala hal yang menyangkut kepentingan dan kesejahteraan desa, sudah selayaknya mendapat dukungan semua pihak,” menurutnya.

            Problem yang pernah dirasakan oleh warga Dusun Gresikan, salah satu dusun di Balong Masin adalah masalah banjir yang belum tuntas. Masyarakat ingin agar permasalahan ini segera mendapat solusi terbaik. Mereka mengusulkan pembangunan plengsengan penahan banjir dengan kedalaman 4 meter dan panjang 30 meter.

            “Penuntasan problem banjir dari kiriman luapan air Sungai Gebongan menjadi PR serius yang harus segera ditindaklanjuti. Plengsengan yang diusulkan segenap warga Balong Masin merupakan opsi yang bagus dan akan segera kita atur planning pembangunannya,” gagas MKP.

            Dusun lainnya yakni Dusun Manukan juga mengusulkan pembangunan irigasi, perbaikan jalan, dan bantuan sejumlah bibit itik sebagai salah satu penggerak sector perekonomian desa mereka. Bupati ingin agar seluruh komponen penunjang kesejahteraan warga berjalan baik.

            “Parameter pembangunan nasional terletak pada pembangunan di tingkat pedesaan. Pemetaan terhadap berbagai isu-isu strategis pembangunan selayaknya harus solutif dan mampu menjawab keluhan masyarakat,” tambah MKP.

            Setelah menapaki wilayah timur, Bupati MKP bergerak menyisir kawasan selatan Kabupaten Mojokerto yakni Desa Tanjung Kenongo, Kecamatan Pacet pada agenda Rembug Desa selanjutnya, Selasa (16/6).

            Bupati yang disambut langsung oleh Dirut RS Kusta Sumber Glagah , dr Budiastuti Kusharjuni, SpKK menuju Balai Desa Tanjung Kenongo, mewakili warga menyampaikan keinginan agar RS Kusta Sumber Glagah diubah tipenya menjadi Rumah Sakit Umum tipe C.

            “ RS Sumber Glagah saat ini memiliki alkes yang cukup lengkap, disamping alat kemoterapi untuk pengidap kanker. Kami ingin agar statusnya diubah menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C,” pintanya.

            Selain permintaan akan perubahan status Rumah Sakit, warga Tanjung Kenongo juga mengajukan usulan lain terkait infrastruktur umum seperti pembangunan selokan dan balai dusun, tentunya dengan harapan agar segera direalisasikan.

            “Ploting anggaran dana yang sudah disusun untuk Tanjung Kenongo adalah sebesar kurang lebih Rp. 1 M untuk pembangunan infrastruktur. Saya juga melihat Balai Desa Tanjung Kenongo juga sudah waktunya untuk diperbaiki. Tambahan dana Rp. 250 juta akan dianggarkan untuk perbaikan,” pungkas Bupati MKP.

            Pemetaan isu-isu strategis lengkap dengan solusi-solusi pemecahan masalah demi memenuhi keinginan masyarakat, selalu ditekankan oleh Bupati sebagai usaha menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat terutama di pedesaan.

            Di smping infrastruktur fisik, pembangunan non-fisik seperti masalah pemberdayaan masyarakat di sector perekonomian kreatif terus digenjot. Hal tersebut yang disuarakan oleh warga Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo pada Rembug Desa lanjutan, Rabu (17/6).

            Desa yang cukup besar dengan 7 dusun antara lain Dusun Brubuh, Kedunggalih, Sampang, Sudimoro, Sugih Waras, Turi, dan Wunut memiliki potensi dan instrument pembangunan usaha kecil untuk masyarakatnya.

            Kepala Desa Sampang Agung, Suhartono, dalam kesempatan yang sama menuturkan bahwa masyarakat desa telah sepakat untuk membuat suatu kawasan pasar demi mendongkrak perekonomian lokal setempat dengan memanfaatkan tanah kas desa seluas 3 Ha.

            “ Warga Sampang Agung tidak semuanya bisa memasuki sektor industri, maka sektor perdagangan menjadi salah satu opsi yang telah kami pertimbangkan. Kami ingin agar Bupati MKP mengamini usulan kami dalam rencana pembangunan kawasan pasar tradisional dengan memanfaatkan tanah kas desa,” lontar Suhartono.

            Draf usulan pembangunan fisik yang diusulkan warga Sampang Agung pun cukup beragam dan krusial. Misalnya rabat beton, saluran air, lampu penerangan, tembok penahan tanah, dan solusi bantuan hukum atas penyelesaian tanah kemakmuran yang statusnya sengketa.

            Lebih lengkap lagi Kepala Desa Sampang Agung merinci bahwa total usulan pembangunan sarana dan prasarana Desa Sampang Agung yakni rabar beton jalan lingkungan 6820x3 m, drainase 11.520 m, lampu penerangan sebanyak 66 titik dan tembok penahan tanah sepanjang 6400 m.

            “Semua permintaan warga Sampang Agung akan segera diakomodir. Dana sebesar Rp. 1 M akan segera kita luncurkan, belum termasuk dana ADD Rp. 300 juta, juga dana dari pusat sebesar Rp. 350 juta untuk lampu penerangannya,” detail Bupati MKP.

Read more

Sumbang Gagasan Strategis, Bupati Nilai Masyarakat Sebagai Arsiteknya

Sumbang Gagasan Strategis, Bupati Nilai Masyarakat Sebagai Arsiteknya

Pembangunan fisik Kabupaten Mojokerto yang akan membaik, lahir dari gagasan-gagasan strategis masyarakat. Mereka mengambilperan sentral sebagai salah satu ‘arsitek’ utamanya. Harmoni antara pemimpin dan masyarakat ini akan menjadi padanan yang pas demi menyongsong Kabupaten Mojokerto lebih baik,” tutur Bupati Mustofa Kamal Pasa dalam acara Rembug Desa Centong, Kecamatan Gondang (8/6).

            Beberapa gagasan mencibirnya sebagai hal yang utopis, namun baginya membangun ‘jala’ keharmonisan dan kemesraan antara pemimpin dengan masyarakat yang dipimpin merupakan sesuatu yang nyata dan bias dibuktikan. Semua agenda yang telah dijalankan  dalam ukuran waktu 5 tahun terakhir ini, merupakan refleksi betapa dari sebuah hubungan yang harmonis dengan masyarakat, mampu membawa masa depan. Nilai tersebut yang hamper selalu menjadi landasan dalam setiap putusan kebijakan pembangunan Kabupaten Mojokerto.

            Kepala Desa Centong, Kecamatan Gondang, Heni Iswari, menuturkan hal senada terkait harmonisasi anatara Bupati dengan masyarakat. Terlebih ketia masyarakat begitu aspiratif dan tegas meyuarakan masa depan pembangunan Kabupaten Mojokerto. Hal tersebut terpantau ketika rombongan Bupati tiba dalam acara Rembug Desa saat itu.

            “ Masyarakat Desa Centong sangat bersemangat dan antusias untuk menyampaikan unek-unek mereka kepada Bupati. Terlebih problem pembangunan fisik dan infrastruktur yang belum sepenuhnya bias dirasakan dengan maksimal oleh desa kami, pada Rembug Desa kali ini akan kami utarakan langsung,” singkat Heni Iswari.

            Desa Centong yang memiliki 3 dusun sebagai tujuan Bupati MKP berkeliling antara lain Dusun Jatiombo, Dusun Kleco, dan Dusun Jatirejo, sejauh ini kondisinya sudah cukup bagus. Namun beberapa hal seperti perbaikan jalan lingkungan, drainase, dan perbaikan balai desa, menjadi catatan tersendiri bagi Bupati untuk dikoordinasikan dengan Kepala Desa yang bersangkutan.

            Serap aspirasi dalam Rembug Desa Centong, Kecamatan Gondang, yang menghasilkan usulan-usulan strategis dari masyarakat, kompak dengan apa yang disuarakan masyarakat pada Bupati pada acara Rembug Desa di Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg (9/6).

            Kepala Desa Gempolkerep, Jani Suprayogi, dalam sambutannya mengatakan bahwa warganya selalu mendukung segala kebijakan yang berlaku. “Kami menyatakan dukungan penuh atas segala kebijakan program pembangunan, baik dari pemerintahan pusat, provinsi, maupun Pemkab Mojokerto. Semua kebijakan pada dasarnya bersumber dari rakyat, dan akan dirasakan kembali manfaatnya oleh rakyat itu sendiri, “lontar Jani Suprayogi.

            Bertepatan dengan agenda Rembug Desa Gempolkerep saat itu, Bupati sekaligus berkesempatan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musholla An-Nur yang ada di Dusun Ngudi Kidul. Di dusun lainnya yakni Dusun Sukosewo, Bupati Kembali secara langsung melihat proses pembibitan padi, dan juga meresmikan “system gulung” sebagai salah satu metode dibidang pertanian.

            Total bantuan yang diplot untuk Desa Gempolkerep yakni sebesar kurang lebih Rp. 1,6 M. bantuan tersebut akan dimaksimalkan untuk pembangunan fisik desa yang terlebih dahulu disampaikan langsung kepada Bupati, antara lain pengaspalan hotmix dan jalan beton sepanjang 500 m, permintaan pembangunan menara Masjid Al-Falah, Jalan Usaha Tani sepanjang 500 m, penambahan gedung PAUD, dan juga lampu penerangan jalan.

            “Dan yang telah dipersiapkan harus bias terserap secara maksimal, maka perangkat desa harus tertib administrasi demi kelancaran pencairan dana. Roda pembangunan di Kabupaten Mojokerto yang terus bergerak aktif dan dinamis, merupakan hal yang harus tetap dijaga dan dipertahankan. Ini semua (program pembangunan) tidak boleh berhenti dan tersendat, “ Ujar Buapati MKP.

            Untuk memeratakan program pembangunan, kegiatan Rembug Desa memang selalu diadakan dalam beberapa hari berturut-turut. Selanjutnya Bupati juga melakukan peninjauan pembangunan infrastruktur pada acara Rembug Desa Jolotundo, Kecamatan Jetis, (10/6).

            Desa Jolotundo sendiri tergolong cukup luas, tentunya problem pembangunan juga makin banyak dan kompleks. Setidaknya ada 7 dusun yang tercatat, antara lain Dusun Tugu, Dusun Gedangan, Dusun Bendo, Dusun Talongko, Dusun Jolotundo, Dusun Tegaron, dan Dusun Tumapel. Warga mengusulkan pembangunan jalan cor di wilayah utara sungai yang diperkirakan akan rampung seluruhnya pada 2017 mendatang. Rembug Desa yang juga berbarengan dengan acara Ruwat Desa di Dusun Tumapel ini menjadi media pemersatu masyarakat dengan pemerintah Kabupaten Mojokerto.

            “Rembug Desa kali ini, kebetulan bertepatan momentnya dengan hajatan Ruwat Desa Jolotundo. Mari kita bersama memikirkan solusi dan penanganan yang tepat agar Kabupaten Mojokerto bias berubah lebih baik lagi. Semoga target pencapaian pembangunan yang disusun bias segera direalisasikan tepat waktu,” ujar Kepala Desa Jolotundo, Bambang Susianto.

            Untuk perbaikan infrastruktur desa seperti jalan lingkungan, jalan desa, sarana pendidikan beserta pendukungnya, akan menggunakan ADD yang pengelolaannya nanti akan dijalankan oleh pihak desa. 

Read more

Ayo Bekerja demi Kesejahteraan Rakyat!

Ayo Bekerja demi Kesejahteraan Rakyat!

Program Rembug Desa Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP) terus bergulir pada bulan Mei ini. Bahkan Bupati MKP kian getol menyosialisasikan Rembug Desa sebagi sarana menyerap aspirasi masyarakat ditengah tahun anggaran berjalan. Selain banyak serapan anggaran, Bupati MKP juga ingin penyerapan APBD tepat sasaran.

            Seperti yang terlihat di Desa Panggih, Kecamatan Trowulan Senin (4/5) lalu, Bupati MKP beserta rombongan kepala SKPD blusukan ke dusun-dusun dengan didampingi kepala desa dan tokoh masyarakat.

            Kepala Desa Panggih, Hj. Heriwati menjelaskan bahwa 60% dari warganya bermata pencarian sebagi pembuat bata merah dan sebagian lagi adalah petani dan pengepul rosokan. Yang menjadi kemelut adalah bahwa saat ini di desanya banyak terjadi pengangguran dikarenakan usaha bata merah sedang merosot. Oleh karena itu masyarakat Desa Panggih mengharapkan adanya solusi dari pemerintah daerah. Tidak hanya itu, Bupati serta rombongan pun diajak untuk melihat langsung lokasi-lokasi yang membutuhkan sentuhan bantuan.

            Salah satunya adalah TPQ di Dusun Pakemkulonyang terlihat sangat sederhana dari segi bangunannya dan tidak cukup untuk menampung semua santri sehingga sebagian harus belajar di tempat yang terbuka. Selain TPQ, tampak jalanan sepanjang desa yang hamper 70% rusak dan membutuhkan LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum). Situasi yang tidak jauh berbeda juga dirasakan oleh warga Dusun Pakemwetan. Selain mmasalah jalan rusak, warga Pakemwetan juga megajukan pengadaan alat-alat pertanian dan pembangunan saluran air.

            Menanggapi usulan dari masyarakat Desa panggih, MKP pun menjelaskan program-program pemerintah juga mengenai dana yang akan diterima oleh desa. Untuk ADD (Anggaran Dana Desa) akan dikucurkan dana sebesar Rp. 330 juta yang akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur. Balai desa, bedah rumah dan dibangunnya Rumah Pintar tidak luput dari perhatian orang nomor satu di Pemkab Mojokerto ini. Untuk jalan lingkungan yang rusak sepanjang ± 5 km dipastikan akan segera diperbaiki dan akan dipasang LPJU disepanjang jalan di Desa Panggih. “Dalam minggu depan perbaikan jalan akan segera direalisasikan,” Ujar MKP.

            Senada dengan Desa Panggih, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu juga mengeluhkan hal yang sama. Desa dengan 3 dusun yakni dusun Seduri, Dempel, dan Tarukan kompak meminta perbaikan jalan. Di Dusun Seduri, MKP meninjau jalan menuju persawahan. Masyarakat meminta pembangunan jalan menuju perswahan atau jalan usaha tani. Selain itu masyarakat meminta pembangunan tembok penahan tanah serta pembangunan jembatan yang menghubungkan jalan pertanian dengan jalan raya, karena posisi jembatan sering digunakan kegiatan masyarakat.

            Di Dusun Dempel, Bupati MKP meninjau Masjid Nurul Huda yang pembangunannya belum selesai. Masjid ini sudah menghabiskan dana Rp. 1 miliar, murni dari swadaya masyarakat, sedangkan untuk penyelesaiannya diperlukan Rp. 2,2 miliar. Terakhir, Bupati MKP menuju Balai Desa Tumapel bergabung dengan seluruh masyarakat. Kepala Desa Tumapel, Sugianto menyampaikan bahwa Desa Tumapel masih membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk membangun desa agar menjadi lebih baik dan maju seperti pembangunan infrastruktur, jalan lingkungan, lampu penerangan jalan, sarana ibadah.

            Selain itu, yang sangat diharapkan oleh warga saat ini adalah dibangunnya pasar di Desa Tumapel sebagai sarana kegiatan peningkatan perekonomian warga. Bahkan desa sudah menyiapkan lahannya seluas 6 ha dan 2,5 hektare. Bupati MKP sangat merespons permintaan warga untuk pembagunan pasar Desa Tumapel. “Untuk meningkatkan perekonomian warga, akan dibangunan pasar desa yang ad ataman hutannya, serta permainan anak-anak,” janji Bupati MKP. Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menjanjikan akan membangun desa dengan sebaik-baiknya. Semua jalan akan diaspal, termasuk jalan menuju persawahan atau jalan usaha tani semuanya dicor.

            Kemudian dari Tumapel, Bupati MKP melanjutkan ke Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal keesokan harinya. Di Balai Desa Sumbertebu, Rabu (6/5) digelar forum silaturahmi membangun bersama rakyat berupa Rembug Desa yang bersamaan dengan Bulan Panutan Pembayaran Pajak PBB-P2 Kabupaten Mojokerto tahun 2015. Seperti Dusun Glonggongan perlu pembuatan jalan baru jenis hotmix untuk memudakan transportasi warga, lampu penerangan jalan, plengsengan, balai dusun, Masjid Al-Mubarok, jalan lingkungan, utamanya jalan usaha tani yang sangat dibutuhkan bagi para petani. Dusun Sumberbedo dialokasikan jalan sepanjang 1,7 M lebar 5 M dan tinggi 4 M, plengsengan, lampu jalan dan jalan lingkungan. Sedangkan untuk Dusun Gampang direncanakan pembangunan dan perbaikan berupa, pembangunan makam punden, plengsengan kali tekuk, saluran air, lampu jalan dan cor jalan usaha tani. Memang, sekarang waktunya memperbaiki kinerja. “Sudah tidak zamannya bermalas-malasan, urusan dan kepentingan warga harus dinomor satukan, ayo bekerja demi kesejahteraan masyarakat,”pungkasnya.

Read more

Bupati MKP Serahkan Gaji untuk 400 Anak Yatim

Bupati MKP Serahkan Gaji untuk 400 Anak Yatim

Rangkaian peringatan Hari Jadi ke - 722 Kabupaten Mojokerto Kamis (7/5) kemarin diisi Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) dengan berbagi dengan anak yatim. Tak kurang 400 anak yatim piatu se - Kabupaten Mojokerto bersukaria karena Bipati MKP.

            Bupati mengundang 400 anak yatim di 36 yayasan di 18 Kecamatan seluruh Kabupaten Mojokerto. Anak yatim yang hadir di Pendapa Graha Majatama ini mendapatkan santunan masing-masing Rp. 200 ribu yang berasal dari gaji Bupati. Minimal 2 kali dalam setahun yaitu waktu Bulan Ramadan dan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, Bupati MKP menyerahkan santunan untuk anak yatim.  

            “Komitmen yang telah saya sampaikan untuk memberikan gaji saya ini merupakan wujud untuk memberikan sebagian harta kepada yang berhak termasuk anak yatim yang hadir sekarang ini,” ucap Bupati MKP. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Ikfina Mustofa Kamal Pasa, Sekdakab Herry Suwito, Asisten dan semua Kepala SKPD, serta pengasuh 36 yayasan.

            Bupati juga mengajak kepada para pejabat yang hadir untuk turut serta memberikan infak dan sedekah kepada yang membutuhkan dengan ikhlas. Dia berharap tradisi ini juga dikembangkan di masing-masing instansi dengan selalu berbagi dengan anak yatim.

            “Untuk itu, di masa mendatang yang insya Allah jumlahnya tak hanya nominal tapi juga penerima yang semakin banyak turut didikung oleh para pejabat yang turut memberikan sebagian hartanya,”tambah Bupati MKP.

            Abdulloh Latief yang mewakili anak yatim Desa Gemekan, Kecamatan Sooko menyampaikan terima kasih kepada Bupati MKP yang telah memberikan santunan kepadanya dan teman-temannya. “Dan semoga mendapat ridho dari Allah SWT,” katanya.

            Disela-sela acara, MKP sempat memberikan wejangan kepada anak-anak penerima santunan agar tak putus asa bahkan minder menghadapi hidup. “Tetaplah optimis dan yakin kepada Allah SWT. Yakinlah bahwa suatu sat kelak, atas doa dan usaha kalian, kesempatan dan kesuksesan akan dating,” ucap MKP.

Read more

Galeri
Komentar Pengunjung
Online Support
Info Pengunjung
© 2009 - 2015 BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
JL. A. YANI NOMOR 16 Telp:321948 E-Mail:bapemas_kabmojokerto@yahoo.co.id